Gas yang Selalu Ada, tetapi Hampir Tidak Pernah Dibicarakan

Ketika membahas udara, kita biasanya hanya mengenal dua gas.

Nitrogen dan oksigen.

Padahal, masih ada gas lain yang jumlahnya hampir 1% dari atmosfer, yaitu argon (Ar).

Jumlahnya memang jauh lebih sedikit dibandingkan nitrogen, tetapi jauh lebih banyak daripada karbon dioksida.

Lalu muncul pertanyaan.

Kalau jumlahnya cukup banyak, mengapa kita hampir tidak pernah mendengar tentang argon?

Jawabannya sederhana.

Karena argon hampir tidak pernah ikut bereaksi.

 


 

Mengapa Argon Sangat Stabil?

Rahasianya terletak pada susunan elektronnya.

Argon termasuk anggota golongan gas mulia pada tabel periodik.

Atom argon memiliki delapan elektron valensi, sehingga kulit elektron terluarnya sudah terisi penuh.

Keadaan ini sangat stabil.

Berbeda dengan banyak unsur lain yang cenderung menerima, melepaskan, atau berbagi elektron untuk mencapai konfigurasi stabil, argon sudah stabil sejak awal.

Akibatnya, atom argon hampir tidak memiliki "keinginan" untuk bereaksi dengan atom lain.


 

Mengapa Argon Tetap Ada di Atmosfer?

Karena sangat stabil, argon tidak mudah membentuk senyawa.

Selama jutaan tahun, atom-atom argon tetap berada di atmosfer tanpa mengalami banyak perubahan kimia.

Sebagian besar argon di atmosfer berasal dari peluruhan radioaktif isotop kalium-40 di dalam kerak Bumi yang berlangsung sangat lambat selama miliaran tahun.

Karena tidak mudah bereaksi, argon terus terakumulasi di atmosfer hingga mencapai sekitar 0,93%.


 

Argon Sangat Berguna dalam Pengelasan

Sifat argon yang "malas bereaksi" justru menjadi keunggulan.

Pada proses pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) dan MIG (Metal Inert Gas), logam yang sedang dipanaskan memiliki suhu sangat tinggi sehingga mudah bereaksi dengan oksigen atau nitrogen di udara.

Jika hal itu terjadi, hasil las dapat menjadi rapuh atau kualitasnya menurun.

Untuk mencegahnya, daerah pengelasan dialiri gas argon.

Argon membentuk atmosfer pelindung yang menghalangi udara masuk sehingga logam tetap bersih selama proses pengelasan.

Di sini, sifat argon yang tidak mau bereaksi justru sangat dibutuhkan.


 

Mengapa Lampu Pijar Diisi Argon?

Jika kita memotong sebuah lampu pijar, di dalamnya bukan terdapat udara biasa.

Sebaliknya, lampu tersebut diisi dengan campuran gas inert, salah satunya adalah argon.

Mengapa?

Filamen tungsten di dalam lampu dapat mencapai suhu lebih dari 2.500 °C.

Jika terdapat oksigen, filamen akan cepat teroksidasi dan putus.

Dengan adanya argon, filamen terlindungi sehingga umur lampu menjadi lebih panjang.


 

Argon dalam Dunia Sains dan Industri

Selain digunakan pada pengelasan dan lampu pijar, argon juga dimanfaatkan dalam berbagai bidang.

Laboratorium

 

Argon digunakan sebagai atmosfer pelindung ketika ilmuwan bekerja dengan bahan kimia yang sangat reaktif terhadap udara.

Industri Elektronik

Pada pembuatan chip komputer dan komponen semikonduktor, argon membantu menjaga lingkungan produksi tetap bebas dari oksigen yang dapat mengganggu proses.

Jendela Hemat Energi

Beberapa jendela modern menggunakan gas argon di antara dua lapisan kaca.

Karena argon menghantarkan panas lebih buruk daripada udara, gas ini membantu mengurangi perpindahan panas sehingga ruangan menjadi lebih hemat energi.


 

Apakah Argon Berbahaya?

Argon bukan gas beracun.

Gas ini tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak mudah terbakar.

Namun, seperti gas inert lainnya, argon dapat menjadi berbahaya jika menggantikan oksigen di ruang tertutup.

Dalam kondisi tersebut, seseorang dapat mengalami kekurangan oksigen tanpa menyadarinya karena argon tidak memiliki bau atau rasa.

Karena itu, penggunaan argon dalam jumlah besar harus dilakukan di tempat dengan ventilasi yang baik.


 

Tahukah Kamu?

  • Sekitar 1 dari setiap 100 molekul udara yang kita hirup adalah argon.
  • Nama argon berasal dari bahasa Yunani argos yang berarti "malas" atau "tidak aktif", menggambarkan sifatnya yang hampir tidak bereaksi.
  • Argon pertama kali diidentifikasi pada tahun 1894 oleh Lord Rayleigh dan William Ramsay, sebuah penemuan yang kemudian membuka jalan bagi ditemukannya gas-gas mulia lainnya.
  • Argon merupakan gas mulia yang paling melimpah di atmosfer Bumi.

 

Hubungannya dengan Materi Kimia SMA

Artikel ini berkaitan dengan materi:

  • Konfigurasi elektron.
  • Elektron valensi.
  • Gas mulia.
  • Tabel periodik unsur.
  • Ikatan kimia.
  • Sifat periodik unsur.
  • Penerapan kimia dalam industri.

Melalui argon, kita belajar bahwa tidak semua unsur menjadi berguna karena mudah bereaksi. Justru ada unsur yang sangat bermanfaat karena hampir tidak bereaksi sama sekali.


 

🔍 Coba Perhatikan di Sekitarmu

Selama minggu ini, cobalah mencari contoh penggunaan argon.

  • Bengkel las yang menggunakan las TIG atau MIG.
  • Lampu pijar (jika masih ada di rumah atau sekolah).
  • Jendela kaca ganda (double glazing) pada bangunan modern.
  • Berita atau video tentang pembuatan chip komputer.

Pertanyaan Refleksi

Mengapa pada proses pengelasan justru dipilih gas yang tidak mau bereaksi, bukan oksigen yang sangat reaktif?


 

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa argon disebut gas mulia?

Karena atom argon memiliki kulit elektron terluar yang sudah penuh sehingga sangat stabil dan hampir tidak bereaksi dengan unsur lain.

Apakah argon beracun?

Tidak. Argon bukan gas beracun, tetapi dapat menyebabkan kekurangan oksigen jika memenuhi ruang tertutup.

Mengapa argon digunakan pada pengelasan?

Karena argon melindungi logam panas dari kontak dengan oksigen dan nitrogen di udara, sehingga hasil las menjadi lebih baik.

Mengapa lampu pijar diisi argon?

Argon mencegah filamen tungsten bereaksi dengan oksigen sehingga lampu dapat bertahan lebih lama.

 


 

Penutup

Argon mungkin bukan gas yang paling terkenal di atmosfer, tetapi justru karena sifatnya yang sangat stabil, gas ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan modern.

Mulai dari melindungi logam saat pengelasan, memperpanjang umur lampu pijar, hingga membantu pembuatan komponen elektronik, argon menunjukkan bahwa dalam dunia kimia, bersifat "diam" bukan berarti tidak berguna.

Lain kali ketika mempelajari tabel periodik, ingatlah bahwa di antara unsur-unsur yang sibuk membentuk berbagai senyawa, ada argon yang memilih tetap stabil. Dan justru karena kestabilannya itulah, manusia dapat memanfaatkannya dalam berbagai teknologi penting.


 

Referensi

  1. Brown, T. L., LeMay, H. E., Bursten, B. E., et al. Chemistry: The Central Science. Pearson.
  2. Chang, R., & Goldsby, K. A. Chemistry. McGraw-Hill Education.
  3. Atkins, P., & Jones, L. Chemical Principles: The Quest for Insight. W. H. Freeman.
  4. Ramsay, W. (1904). The Noble Gases and Their Place in the Atmosphere. Nobel Lecture.
  5. Greenwood, N. N., & Earnshaw, A. Chemistry of the Elements. Butterworth-Heinemann.